Jakarta — Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW HIMA PERSIS) DKI Jakarta melaksanakan audiensi bersama Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., pada Selasa, 3 November 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Nusantara 3, Kompleks DPR RI, Jakarta.
Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru PW HIMA PERSIS DKI Jakarta periode 2026–2028.
Selain itu, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas peran strategis mahasiswa dan pemuda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, PW HIMA PERSIS DKI Jakarta menyampaikan sejumlah pokok pembahasan, di antaranya pentingnya peran mahasiswa dan pemuda dalam menjaga nilai kebangsaan, proyeksi masa depan HIMA PERSIS dalam menyambut transformasi Jakarta sebagai kota global, penguatan intelektualitas melalui program-program kepemudaan, serta upaya membangun sinergi dan kolaborasi bersama.
Ketua PW HIMA PERSIS DKI Jakarta, Saudara Ibadurahman, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan langkah awal untuk memperkuat peran dan posisi HIMA PERSIS dalam merespons berbagai dinamika pembangunan Jakarta.
“Menurut kami, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Mahasiswa harus hadir sebagai kelompok intelektual yang mampu membaca persoalan, menawarkan gagasan, sekaligus mengambil bagian dalam menghadirkan solusi. Terlebih, Jakarta sedang berproses menuju kota global yang membutuhkan sumber daya manusia unggul, mandiri, dan berdaya saing,” ungkap Ibadurahman.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan PW HIMA PERSIS DKI Jakarta periode 2026–2028 berkomitmen untuk mendorong transformasi organisasi melalui penguatan intelektualitas, kemandirian ekonomi, ketahanan sosial, serta peningkatan partisipasi kader dalam pembangunan.
Menurutnya, organisasi mahasiswa perlu terus bertransformasi agar tidak hanya menjadi ruang kaderisasi internal, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, membangun kapasitas intelektual, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jakarta sebagai kota global harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan memiliki daya saing. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran melalui gerakan intelektual, partisipasi pembangunan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ibadurahman berharap pertemuan dengan Wakil Ketua MPR RI tersebut dapat membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan wawasan kebangsaan, pendidikan kepemimpinan, serta penguatan kapasitas generasi muda.
“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada silaturahmi semata, tetapi dapat berlanjut menjadi ruang kolaborasi yang konkret. Kami juga berharap arahan dan pengalaman dari Bapak Hidayat Nur Wahid dapat menjadi bekal bagi HIMA PERSIS dalam membangun gerakan mahasiswa yang tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” tuturnya.
Sebagai penutup rangkaian audiensi, PW HIMA PERSIS DKI Jakarta menyerahkan buku karya kader berjudul “Membaca Jakarta” kepada Hidayat Nur Wahid. Buku tersebut menjadi representasi gagasan dan kontribusi intelektual kader HIMA PERSIS dalam membaca berbagai dinamika, persoalan, serta proyeksi pembangunan Jakarta.
Penyerahan buku ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi pemikiran kader terhadap perkembangan Jakarta, khususnya dalam melihat tantangan dan peluang pembangunan ibu kota ke depan.
Melalui audiensi ini, PW HIMA PERSIS DKI Jakarta berharap terbangun hubungan kelembagaan yang lebih erat serta terbuka peluang kolaborasi dalam mendorong lahirnya generasi muda Islam yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, memilikih kapasitas intelektual, dan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global.
Bagi PW HIMA PERSIS DKI Jakarta, momentum ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang tidak hanya kuat dalam kaderisasi, tetapi juga mandiri, progresif, dan berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan daerah.



