Pengelolaan Keuangan

Perencanaan keuangan pribadi adalah proses untuk mencapai (prioritas) tujuan-tujuan hidup di masa depan seperti: persiapan dana kepemilikan rumah, persiapan dana pendidikan anak, persiapan dana pensiun dan persiapan dana untuk menunaikan ibadah haji. Pengelolaan keuangan dengan bijak akan menjadi fondasi yang kuat dalam perencenaan keuangan pribadi yang selalu dimulai dengan membangun anggaran, untuk memandu kita menyisihkan sebagian dari pemasukan yang bisa digunakan di masa depan.

Kalau kita tidak bisa mengelola uang dengan baik, maka akan sulit buat kita untuk mencapai tujuan keuangan seperti yang kita inginkan. Maka itu penting untuk mulai belajar bagaimana membuat perencanaan anggaran agar tujuan kita tercapai sesuai rencana.

Pengelolaan keuangan dimulai dengan membuat anggaran belanja terdiri atas pemasukan dan pengeluaran. Pemasukan adalah memastikan arus uang masuk secara halal untuk mendanai pengeluaran halal, karena Allah berfirman dalam Al Quran :

“Dan jangan kita makan harta di antara kita dengan jalan yang bathil, dan (janganlah) kita menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kita dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kita mengetahui” (Al-Baqarah, 188)

Pemasukan (tahunan) terdiri dari:

Pemasukan tetap, seperti gaji dan penghasilan tetap lainnya.
Pemasukan tidak tetap, seperti bonus, THR dan hasil investasi.
Pengeluaran adalah arus uang keluar yang sesuai dengan tuntunan agama islam, sesuai dengan firman Allah sebagai berikut:

“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kita menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara Setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya” (Al-Isra’, 26-27).

Sebagian pemasukan kita merupakan hak orang lain yang wajib kita bayarkan dalam bentuk zakat dan tidak menghamburkan uang secara boros untuk hal-hal yang tidak perlu, mendahulukan belanja kebutuhan dibanding belanja keinginan. Pengeluaran (tahunan) terdiri atas pos-pos sebagai berikut:

Tujuan Keuangan

Jika sudah tahu cara membuat anggaran dan mengelola uang, tentunya kita juga perlu mulai belajar bagaimana caranya menentukan prioritas tujuan keuangan yang dapat kita susun, antara lain : perencanaan zakat dan dana darurat, perencanaan dana pembelian rumah, perencanaan asuransi jiwa syariah, perencanaan dana pendidikan anak, perencanaan pensiun, perencanaan dana ibadah haji dan perencanaan waqaf.

Manajemen Keuangan Syariah bagi Mahasiswa

Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara syariah merupakan suatu hal yang mutlak dipahami oleh mahasiswa agar mahasiswa dapat secara bijak mengelola keuangan pribadinya dan dapat terhindar dari permasalahan keuangan di kemudian hari. Kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi tidak hanya berfokus kepada kepentingan akademis semata. 

Mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dari segala aspek kehidupan termasuk untuk lebih mandiri dalam hal pengelolaan keuangan. 

Kesalahan dalam pengambilan keputusan dikarenakan tidak cukupnya pemahaman akan pengelolaan keuangan bisa dialami tidak hanya oleh mahasiwa, tetapi juga masyarakat secara luas. Hasil penelitian menunjukkan masih rendahnya indeks literasi keuangan Syariah pada masyarakat di Indonesia, hanya sebesar 16 orang dari 100 orang di Indonesia yang mempunyai tingkat literasi keuangan dengan baik dan menjalankannya dalam kesehariannya. 

Peranan mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu menjembatani tingkat pemahaman mengenai literasi keuangan Syariah kepada masyarakat, agar masyarakat juga tidak salah dalam mengambil keputusan keuangan yang dapat menyebabkan kerugian.

Pengelolaan keuangan bagi mahasiswa cukup sulit dilakukan jika mahasiswa tidak membiasakannya.

Hal ini karena dalam dunia perkuliahan, mahasiswa harus berusaha bertahan agar menjadi lebih mandiri dalam hal finansial. Dalam hal ini, sehingga peningkatan literasi keuangan syariah bagi mahasiswa dapat dilakukan melalui mata kuliah yang diberikan, sosialisasi, seminar/webinar, maupun perbincangan informal dengan teman atau keluarga sendiri.

Usaha untuk meningkatkan literasi keuangan syariah bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, yang awalnya sufficient literate ( Literasinya Kurang Memadai ) menjadi well literate ( Pandai Literasi ) dalam keuangan syariah. Hal tersebut akan sejalan dengan maqashid dari pengelolaan keuangan syariah yang mana agar masyarakat seperti mahasiswa ini dapat menentukan produk atau jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan tidak lupa juga agar tau dengan manfaat dan resikonya masing-masing.

Nur Indah menjelaskan didalam bukunya, Seorang Financial Planner Millenial mempunyai Manfaat diantaranya ;

  1. Membantu mahasiswa dalam perencanaan keuangan dengan baik.
  2. Membantu mahasiswa dalam memanfaatkan dana yang diterima dengan optimal dan efisien.
  3. Membantu mahasiswa dalam membuat keputusan penting.
  4. Membantu mahasiswa dalam menghadapi keadaan darurat dengan dana darurat yang sudah disiapkan.
  5. Sebagai pengingat untuk mahasiswa agar pengeluarannya tidak boleh lebih besar dari pada pemasukan.
  6. Dengan pengelolaan manajemen yang baik mahasiswa dapat terhindar dari hutang.
  7. Mendorong diri mahasiswa untuk lebih bijak dalam perencanaan dan penggunaan uang.
  8. Peningkatan literasi keuangan syariah pada mahasiswa ini haruslah didukung dengan peranan institusi perguruan tinggi atau sejenisnya sebagai pusat edukasi bagi mahasiswa. 

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (2020) indeks keuangan syariah berdasarkan aspek dasar terbobot didapatkan indeks literasi keuangan syariah pada tahun 2019 sebesar 16,3%. Hal ini berarti bahwa dari 100 orang terdapat sekitar 16 orang yang mempunyai pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang cukup atau cukup terliterasi dengan baik dan menerapkannya dalam kesehariannya dan 84 orang lainnya belum mempunyai tingkat literasi dengan baik yang dapat berakibat salahnya dalam mengambil keputusan pengelolaan keuangan karena tidak mempunyai pemahaman yang cukup mengenai produk dan jasa keuangan syariah yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga tertentu. 

Tanpa perencanaan keuangan yang baik, maka segala tujuan keuangan seseorang di masa yang akan datang akan sulit dicapai. Itulah sebabnya, siapapun dia wajib memahami dasar-dasar perencanaan keuangan dengan baik.

Ditulis Oleh: Ihsan Abdul Haq

Leave a Reply

Your email address will not be published.