Dialog Kebangsaan Hima Persis DKI Jakarta

Hima Persis Jakarta Gelar Dialog Kebangsaan Menyelisik Peluang dan Langkah Strategis Untuk Jakarta Sebagai Global City

Himapersisjakarta.org – Jakarta 13 Juli 2024 bertepatan setelah pelantikan pengurus PW Hima Persis DKI Jakarta 2024-2026, dilanjutkan dengan agenda penyerta Dialog Kebangsaan dengan tema “Menyelisik Jakarta sebagai Kota Global: Antara Tantangan dan Strategis”.

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten dengan kapasitas mempuni dibidangnya, di antaranya Hadi Nur Ramadhan (Sejarawan), Yanuardi Syukur (Akademisi, Penulis), Yulius Brahmatiya (Akademisi, Peneliti Media Kompas), Mardani Alisera (Politisi, Aggota DPR RI). Dialog ini dihadiri oleh Hima-Himi Persis Jakarta, juga OKP lainnya serta BEM se-DKI Jakarta.

Hadi Nur Ramadhan mengeksplorasi Jakarta sebagai kota global dari perpektif sejarah. Jakarta penuh dengan nilai historis yang bernilai tinggi dengan multikulural, keragaman SDM rantai yang ikut serta mewarnai pembangunan kualitas Kota Jakarta. Hadi menyoroti SDM Rantau di Jakarta yang memiliki mental yang kuat yang memengaruhi warga Jakarta saat itu, SDM unggul tersebut menjadi modal penting dalam pembangun kota Jakarta sebagai kota global.

Lebih lanjut Yanuardi Syukur menawarkan rumusan Jakarta sebagai Kota Global dengan menggunakan akronim PERSIS (People, Environment, Route, Spirit, dan Sponsorship). Kerangka kerja ini menitikberatkan pada keragaman masyarakat, lingkungan strategis dan geografis, visi dan strategi, sumber data pembangunan, serta sistem nilai dan karakter moral masyarakat Jakarta, yang kesemuanya sangat penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

People menujukan kepada keragaman manusia yang mengisi kota Jakarta dengan multikulturalnya, etnis dan ras yang mewarnai Jakarta. SDM Jakarta yang cenderung mandiri, kreatif, inovatif menjadi esensial dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Environment menujukan kepada lingkungan dan geografi Jakarta yang strategis dalam membangun Jakarta sebagai Kota Global, sehingga dapat menjadi sesuatu yang attaractive bagi negara lain.

Route menujukan kepada suatu visi atau strategi Jakarta dengan segala problematikanya sebagai kota global dalam menyelesaikan problematika banjir, isu lingkungan, siklus iklim, kemiskinan dll. Pentingya sebuah system strategis yang kolaboratif bersama-sama menggagas ide yang inovatif dalam penyelesaiannya.

Sponsorship menujukan atas pentingnya sumber data Pembangunan yang dialolokasikan atas Pembangunan strategis yang bermanfaat bagi Kesehatan kota dan masyarakatnya. Spirit menujukan atas system nilai, value, moral karakter Masyarakat yang turut membangun Kota Jakarta dengan nilai etika yang tinggi, sehingga Jakarta bukan hanya tingga atas infrastrukturnya, tetapi tinggi juga karakter moralnya.

Selain itu, Yulius, seorang lulusan UGM dengan latar belakang antropologi dan pengalaman yang luas dalam penelitian lapangan, menggali lebih dalam tentang isu-isu yang dihadapi Jakarta. Dia menekankan statistik ekonomi kota yang mengesankan, menyoroti potensinya untuk pengembangan kota global. Yulius meminta para mahasiswa dan peserta untuk introspeksi diri dan mempertimbangkan apakah Jakarta benar-benar siap untuk menjadi kota global.

Ia juga meminta mereka untuk merenungkan peran mereka sebagai bagian dari sumber daya manusia Jakarta dalam berkontribusi terhadap pembangunan kota. Yulius menggarisbawahi pentingnya kekuatan ekonomi Jakarta sebagai faktor fundamental dalam aspirasi kota global. Selain mengakui potensi inovasi dalam bidang transportasi, beliau juga menekankan perlunya pengembangan lebih lanjut di bidang-bidang lain seperti kapasitas sumber daya manusia, kelestarian lingkungan, dan pendidikan, yang akan menjadi proses yang bertahap dan berkelanjutan.

Mardani Alisera mempresentasikan materi yang berfokus pada peraturan-peraturan yang berlaku di Jakarta saat ini dan perannya sebagai pusat ekonomi negara, meskipun tidak lagi menjadi ibu kota. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif dalam mendorong pembangunan kota Jakarta sebagai kota global.

Mardani menekankan bahwa Gubernur Jakarta memainkan peran penting dalam mengimplementasikan solusi strategis untuk mengatasi tantangan kota dan mentransformasikannya menjadi pusat global yang berkelanjutan. (Aldi S)